Luastangga = 13 x 0.3 x 0.7 = 2.73 M2 Jadi volume tangga beton = 2.73 x 0.1 = 0.273 M3 5. Menghitung Volume Pekerjaan Plat Lantai 2 (tebal 12 cm) Rumus : Luas lantai x tebal lantai beton Tebal lantai beton = 12 CM Perhatikan gambar denah lantai 2 dan gambar potongan Plat lantai 2 = 8.5 x 6 = 51 M2 Plat atap lantai 2 di atas tangga = 3 x 3 = 9 3 Untuk setiap elemen struktur beton yang akan dibuat analisa harga satuan pekerjaannya, hitung kebutuhan a. Beton b. Besi ulir dan/atau polos c. Bekisting 4. Susun analisa harga satuan pekerjaan beton bertulang untuk setiap elemen struktur beton (misalnya : kolom, balok, pelat, tangga, dll). 5. Hitung volume total pekerjaan dan susun RAB. sudahdirencanakan dengan peraturan struktur beton bertulang yaitu SNI-03-2847-2013 dan peraturan gempa yang berlaku yaitu SNI 1726-2012. Kata kunci: perhitungan struktur, beton bertulang, struktur tahan gempa, pelat, balok, kolom, pondasi. ABSTRACT The paper contains planning for reinforced concrete structures in Pontianak's Jeumpa Hospital. Pondasibatu kali memiliki bentuk trapesium dengan ukuran tinggi 60-80 cm, lebar pondasi bawah 60-80 cm, dan lebar pondasi atas 25-30 cm. Mengenal pondasi beton lajur Selain batu kali, bahan yang bisa menjadi alternatif pondasi adalah beton lajur. Lantaran seluruhnya terbuat dari beton bertulang, pondasi ini sangatlah kuat. Jenispondasi yang digunakan biasanya berupa pasangan batu kali beton bertulang atau juga dapat menggunakan kombinasi kedua bahan tersebut. Tangga riser Tangga beton Bertulang beton Pracetak - tangga gambar png. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Beton bertulang bisa menjadi pilihan menarik untuk merancang konstruksi rumah yang kokoh. Simak pembahasannya secara lengkap berikut ini. Dalam mendirikan bangunan, pondasi dan kekuatan merupakan salah satu kunci yang sangat penting untuk diperhatikan. Material besi dan beton jadi pilihan untuk membangun rumah berkelanjutan secara kuat dan kokoh, terlebih untuk merencanakan hunian berlantai lebih dari satu. Salah satu jenis beton yang bisa kamu gunakan adalah beton bertulang untuk material bangunan yang lebih kuat ketika menahan beban. Apa saja yang perlu kamu ketahui mengenai penggunaan beton bertulang untuk bangunan rumah dan lain-lain? Simak pembahasannya bersama-sama! Pengertian Beton Bertulang Beton bertulang adalah sebuah material yang menggabungkan dua bahan, beton dan tulangan baja yang memiliki kekuatan dan elastisitas rendah dan tulangnya memiliki elastisitas tinggi sehingga lebih kuat dan elastis. Adapun, tulangan beton terbuat dari baja dan ditanam di dalam beton tersebut sebelum terpasang dengan baik. Ini umumnya dilakukan untuk menahan tegangan pada daerah tertentu yang dapat menyebabkan kegagalan struktural. Beton bertulang modern memiliki berbagai macam bahan penguat seperti baja, polimer, atau material lainnya, baik tulang maupun tidak. Beton bertulang juga dapat mengalami tekanan permanen, sehingga dapat meningkatkan sifat-sifat struktur bangunan ketika dikenakan beban. Cara yang paling banyak digunakan untuk menguji kekuatan tulang beton dengan pre-tensioning dan post-tensioning. Selain memiliki kekuatan yang bersifat tahan lama, beton tersebut juga memiliki kemampuan tahan panas dan tahan korosi berkelanjutan. Prinsip Bangun Beton Bertulang Sumber Ada dua cara yang perlu kamu ketahui dalam membangun beton, mulai dari proses mencetak hingga cor ditempat. Perancangan dan penerapan sistem lantai yang efisien adalah kunci untuk menciptakan struktur bangun beton bertulang yang optimal. Perubahan sistem akan berdampak besar pada biaya bahan, dan jadwal konstruksi kekuatan, biaya operasi, tingkat hunian dan penggunaan dari bangunan. Tanpa penguatan, pembangunan struktur modern dengan material beton tidak mungkin untuk dilakukan. Adapun, rancang beton bisa saja gagal karena kekuatan yang tidak memadai, atau pengurangan daya tahan. Korosi, pembekuan, hingga pelelehan dapat merusak beton bertulang yang dirancang atau dibangun secara buruk. Saat tulangan korosi, pastinya karat akan meluas dan cenderung mengelupas, memecahkan beton dan melepaskan tulangan beton. Dalam praktiknya, jenis dan fungsi struktur beton bertulang terdiri dari kolom, tulangan, balok dan plat. Berikut ini penjelasan masing-masing struktur yang meliputi 1. Kolom Beton Kolom merupakan komponen suatu bangunan bertingkat yang berfungsi sebagai penyalur beban yang berasal dari beban diatas plat, berat plat itu sendiri, dan balok yang kemudian disalurkan ke pondasi. Pada umumnya, kolom berbentuk bujur sangkar, persegi panjang atau membulat. Posisi penulangan dapat dibentuk secara simetri atau mengelilingi setiap sisi. 2. Tulangan Beton Tulangan beton merupakan baja polos dan berbentuk berulir. Bentuk tulangan harus memiliki kekuatan yang tinggi, elastis, dapat menyatu dengan beton, tahan panas dan korosi untuk menghadapi tekanan berkelanjutan. 3. Balok Beton Balok beton bertulang berfungsi untuk menyalurkan beban dari pelat ke kolom yang ada kemudian disalurkan ke pondasi. Umumnya, balok beton dicor secara monolit dengan plat dan secara struktural bertulang tunggal atau ganda. Akibatnya, balok memiliki penampang persegi, berbentuk huruf T dan L untuk penguatan, terdiri dari bertulang tunggal, bertulang ganda, kurang bertulang, bertulang lebih dan bertulang seimbang. 4. Plat Beton Sebuah struktur yang dibuat untuk keperluan seperti lantai bangunan, atap dan sebagainya dengan bidang permukaan yang arahnya secara horizontal. Beban akan bekerja secara tegak lurus kemudian disalurkan ke bagian dinding, balok, kolom. Atau tanah karena letak tumpuannya di dinding, balok atau kolom untuk diletakkan langsung di tanah. Ketebalan bidang untuk plat sangatlah kecil dibandingkan panjang dan lebarnya, khususnya bagi beton bertulang terdiri dari dua kategori berdasarkan perbandingan panjang terhadap bentang pendek. Apabila perbandingan bentang panjang dan bentang pendek kurang lebih atau sama dengan dua, maka diakui sebagai satu arah. Dan jika lebih dari dua maka menjadi dua arah. Keunggulan dan Kelemahan Beton Bertulang Dalam praktiknya ada beberapa keunggulan dan kelemahan penggunaan beton bertulang yang dapat dijelaskan secara lengka berikut ini Keunggulan 1. Bahan mudah didapat. 2. Harga lebih ekonomis dan biaya pemeliharaannya yang rendah. 3. Mudah dibentuk sesuai keinginan. 4. Materialnya memiliki daya tekanan yang tinggi. 5. Tahan api dan air. 6. Dapat dibentuk dengan berbagai cetak. Kelemahan 1. Memerlukan penahan ketika proses pengeringan. 2. Memiliki bobot yang berat. 3. Membutuhkan cetakan dan tiang acuan selama proses pengerjaan berlangsung. 4. Ukuran beton relatif lebih besar sehingga membutuhkan instalasi yang lebih luas. 5. Sifat beton bertulang memiliki karakter bervariasi sesuai cara mengaduknya, bahkan jika tak sempurna kualitasnya pasti berkurang. 6. Pembuatan adonan, penuangan dan perawatan harus dilakukan secara teliti untuk meminimalisir kesalahan. Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai beton bertulang secara fungsi dan keunggulannya untuk bangunan. Temukan informasi menarik seputar properti, selengkapnya di Wujudkan hunian idaman kamu seperti Gateway Park of LRT City, selengkapnya di dan dan yang pastinya AdaBuatKamu! Tangga dalam konstruksi bangunan bertingkat adalah hal penting yang tidak bisa diabaikan keberadaannya. Konstruksi tangga pada perencanaan bangunan bertingkat harus diperhatikan dan dirancang secara hati – hati dan teliti. Tangga juga memiliki beragam jenis yang dilihat dari material pembuatnya, salah satunya adalah tangga beton bertulang. Pembuatan tangga beton bertulang juga harus memperhatikan sudut kemiringan tangga yang nyaman, efisien, dan juga mudah untuk diakses atau dilewati. Metode Pembuatan Tangga Beton Bertulang Beberapa tahapan atau metode dalam pembuatan tangga bertulang harus dilakukan dengan benar supaya tercapai tujuan dari pembuatannya dan tangga bisa berfungsi secara optimal. Pembuatan Pondasi Tangga Proses pembangunan tangga beton bisa diawali dengan pembuatan pondasi tangga. Pondasi tangga di sini berfungsi sebagai dasar tumpuan landasan agar tangga tidak akan mengalami penurunan ataupun pergeseran nantinya. Adapun beberapa jenis pondasi yang bisa digunakan adalah pondasi batu kali, pondasi beton bertulang, atau juga bisa mengkombinasikan kedua material tersebut. Bekisting Bordes & Badan Tangga Tahap selanjutnya yang bisa dilakukan setelah pondasi sudah dibangun adalah membuat bekisting tangga dengan benar. Bagaimana cara membuat bekisting tersebut sudah harus dipikirkan sebelumnya dengan benar – benar matang dan harus memperhatikan lebih dulu elevasi atau ketinggian dari lantai yang ada di bawahnya. Dengan begitu, kebutuhan alat apa saja yang akan digunakan akan diketahui seperti apakah menggunakan perancah kayu atau menggunakan scaffolding. Pemasangan Tulangan Badan & Sengkang Badan Tangga Selanjutnya adalah memasuki tahapan pemasangan tulangan badan dan juga rangka besi bertulang tangga beton. Perlu diperhatikan bahwa proses ini hanya bisa dilakukan ketika bekisting sudah selesai dipasangkan. Langkah pertama yaitu perlu pemasangan tulangan utama terlebih dahulu, baru setelahnya dirangkai menggunakan tulangan sengkang dan beton decking akan dipasang pada bagian bawah tulangan dengan ketebalan kurang lebih dua centimeter cm. Mengingat sebelum konstruksi tangga ini dimulai, sudah ada terlebih dulu gambar atau desainnya, jadi pemasangan harus disesuaikan dengan gambar teknis yang sudah ada supaya bisa meminimalisir segala kesalahan yang terjadi. Tulangan anak tangga beton bertulang akan dihubungkan dengan tulang badan tangga dengan cara mengikatnya dengan kawat, baru setelah itu tulangan dipasang memanjang dengan tujuan untuk memperkuat anak tangga. Pemasangan Bekisting Tangga, Dinding, Bordes, dan Dinding Anak Tangga Jika proses pemasangan tulangan bordes serta badan tangga sudah selesai dilakukan, proses pemasangan dinding tangga dan dinding bordes di bagian atas badan tangga sudah bisa dilakukan. Kemudian bekisting dinding tangga juga nantinya akan dipakukan pada bekisting badan tangga. Proses Pengecoran Sebelum proses pengecoran dilakukan, pastikan terlebih dulu bahwa bekisting tangga sudah terpasang sempurna dan kuat. Baru setelah itu tahapan pengecoran bisa dilakukan, dan pengecoran tangga ini harus dilakukan secara menyeluruh pada bagian tangga. Proses Pembongkaran Ketika proses pengecoran selesai dilakukan, hasil pengecoran tersebut harus didiamkan terlebih dulu selama beberapa saat. Perlu diingat bahwa pembongkaran dinding badan tangga dan trape baru bisa dilakukan ketika beton mencapai 12 jam dan bagian badan tangga serta bordes sudah mencapai tujuh hari lebih dan sudah melakukan tahap uji beton. Untuk pembongkatan balok bordes dilakukan serupa dengan proses pembongkaran balok biasa. Struktur bangunan terdiri dari komponen struktur atas dan bawah, struktur bawah yaitu pondasi, struktur atas adalah sloof sampai atap, kemudian jika sebuah bangunan memiliki jumlah lantai lebih dari satu ada yang disebut komponen pendukung, yaitu tangga, excalator dan lift. Pada sebuah perencanaan struktur bangunan tentu kita harus mengetahui dan memahami apa yang akan direncanakan, seperti pada tulisan ini saya memaparkan pemahaman perencanaan tangga dari mulai istilah-istalah komponen bangunan tangga sampai dengan perhitungan. Sebagai sarana vertikal antar lantai, tangga harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemakainya. Dalam merencanakan tangga harus memenuhi persyaratan Anak Tangga Istilah yang bisa dipakai dalam membuat tangga adalah ukuran “tinggi” dan “lebar” anak tangga. Yang dimaksud dengan lebar anak tangga Antrede adalah ukuran area pada anak tangga dimana kaki menjejak di atasnya. Sedangkan tinggi anak tangga Optride adalah perbedaan tinggi antara satu anak tangga dengan anak tangga lainnya. Untuk mencapai tingkat kenyamanan yang ideal, ukuran lebar anak tanggaAntrede antara 20 – 33 cm, sementara tinggi anak tangga Optride antara 15 – 18 cm. Agar tidak mengganggu kenyamanan, ada sebuah rumus yang bisa menjadi patokan dalam menentukan tinggi Optride dan lebar anak tangga Antrede. Tinggi anak tangga Optride dilambangkan dengan a dan lebar anak tangga Antrede dilambangkan dengan b. Idealnya adalah 2a + b = 60 s/d 65 cm Jika 2a + b > 65 cm, maka tangga tersebut akan sangat curam. Sementara itu, jika 2a + b 3,7 Untuk mendapatkan tangga yang ideal dengan kemiringan 24o – 45o, tinggi tangga y tidak boleh lebih besar dari panjang tangga x, maksimal y = x. tangga yang terlalu landai y jauh lebih kecil dari x juga tidak nyaman, karena kaki terpaksa menaiki anak tangga lebih banyak dengan ketinggian tertentu. Pagar Dan Pegangan Tangga Ada yang mengatakan pagar dan pegangan tangga railing tidak diperlukan, asal tingkat kenyamanan dan keamanan cukup tinggi. Artinya, aspek kenyamanan dititikberatkan pada pengaturan ukuran lebar dan tinggi anak tangga. Namun, demi keamanan, terutama jika memiliki anggota keluarga yang masih kecil, railing tetap dipergunakan. Sedangkan tiang pada pagar tangga baluster berfungsi sebagai pengaman. Dengan adanya baluster, orang akan terhindar dari resiko terjatuh saat menaiki atau menuruni tangga. Oleh karenanya baluster harus dibuat cukup rapat, tinggi 90 – 100 cm, dan tidak menghasilkan bagian yang tajam, agar anak -anak tidak terluka bila harus berpengaruh pada bluster. Bordes Untuk memberikan kenyamanan, ada pula aturan baku bagi pembuatan tangga. Setiap ketinggian maksimum 12 anak tangga setinggi 1,5 – 2m harus dibuat bordes landing, yaitu suatu platform datar yang cukup luas untuk melangkah secara horizontal sebanyak kurang lebih tiga atau empat langkah sebelum mendaki ke anak tangga berikutnya. Anti Slip Bahaya yang sering mengintai saat orang menggunakan tangga adalah tergelincir slip, biasanya terjadi pada ujung siku anak mencegah hal ini, dikenal produk nosing kadang disebut step nosing yang fungsinya membuat ujung siku anak tangga lebih kasar. Step nosing ada yang terbuat dari karet, aluminium, atau keramik. Permukaannya bergerigi agar langkah pemakai terhenti pada ujung tangga dan tidak terpeleset. Step nosing dari bahan keramik dipasang saat memasang ubin keramik di anak tangga beton. Caranya, pada bagian ujung siku disisakan celah yang belum tertutup bagian tepi inilah dipasang nosing dari keramik. Pemasangan nosing berbahan lain, seperti karet atau aluminium, dilakukan setelah anak tangga jadi. Caranya, nosing disekrupkan pada anak tangga. Beberapa gedung pertunjukan yang ruangannya gelap, seperti bioskop dan teater, bahkan memanfaatkan nosingsebagai pemandu langkah saat orang menaiki tangga. Nosing ini menggunakan bahan fluorescent yang mampu menyala dalam gelap. Pencahayaan Pencahayaan termasuk faktor penting yang patut dicermati saat merancang tangga. Pencahayaan pada area tangga, selain akan membuat penampilan tangga lebih terlihat, juga membantu para pengguna lebih merasa aman dan nyaman terutama pada malam hari. Pencahayaan pada siang hari sebaiknya memanfaatkan cahaya alami. Oleh karena itu area tangga harus diberi bukaan yang cukup sehingga memungkinkan cahaya matahari masuk dan menerangi area ini. Pada malam hari, pencahayaan sepenuhnya bersumber pada lampu. Pemasangan lampu pada area tangga, selain mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan, perlu diperhatikan aspek estetika. Sehingga tampilan tangga menjadi lebih bagus. Lampu untuk menerangi area tangga bisa dipasang di plafon, di atas tangga atau dibawah tangga. Sekitar lampu tombol on/off sebaiknya dipasang pada dinding lantai bawah dan lantai di atas dan dihubungkan secara paralel. Cara ini untuk memudahkan pemakai tangga untuk mematikan dan menyalakan lampu saat akan naik maupun turun dari tangga. Jenis lampu pada area tangga sebaiknya dipilih lampu yang memancarkan cahaya berwarna hangat agar atmosfer di dalam rumah benar-benar terasa akrab dan ramah. Lampu-lampu yang memberikan cahaya berwarna hangat adalah kuning atau jingga atau yang mendekati warna cahaya alami. Analisis Tangga Analisis tangga adalah upaya teknis untuk mendapatkan alternatif dimensi elemen tangga dengan cara membandingkan antara dimensi dilapangan dengan parameter perencanaan yang berlaku. Ruangan Yang Dipakai Panjang 500 cm Lebar 160 cm Tinggi lantai Split 1 B – Mezzanine 420cm Tinggi bordes 220 cm Perhitungan Dimensi Tangga Tinggi Optride a 170 mm Jumlah Optride 11 buah Lebar Antredeb 300 mm Syarat ideal 2a + b = 600 s/d 650mm 2. 170 + 300 = 640 mm. ok! Dari perhitungan diatas tangga dikategorikan memenuhu syarat. Dalam analisis dipakai dimensi Tinggi Optride a 170 mm asumsi Jumlah Optride 11 buah Lebar Antrede b 300 Perhitungan Tangga dan Bordes Jumlah Antrede n – 1 11 – 1 = 10 buah Lebar bordes 200 mm Panjang tangga 10 x 300 = 3000 mm Sudut kemiringan tangga a = ArcTan x LebarAntride/TinggiOptride a = ArcTan 0,567 a = 29,55 a = 30 Berdasarkan kemiringan nya, tangga ini termasuk kedalam tangga biasa. Tangga biasa, 240 - 450, koefisien kemiringan 0,44 - 1,0 Perhitungan Equivalent Pelat Tangga BD/AB = BC/AB BD = AB x BC / AC = 170 x 300/ √170²+300² = 147,903 mm t eq = 2/3 x BD = 2/3 x 147,903 = 98,602 mm Jadi total equivalent pelat tangga Y = t eq + ht = 98,602+ 150 mm = 248,602 mm Analisa Pembebanan Tangga Dan Bordes Pembebanan pelat anak tangga tabel 2. PPIUG – 1983 Beban mati qD Berat ubin tebal 1 cm 0,01 x 2 x 24 = 0,48 kg/m Berat spesi tebal 2 cm 0,02 x 2 x 21 = 0,84kg/m Berat sendiri pelat 0,17 x 2x 2400 x 1/cos α = 1154 kg/m Berat sandaran = 100,000kg/m + = 1255,32kg/m Beban hidup qL 2 x 300 = 600 kg/m Beban berfaktor qU qU = 1,2 . qD + 1,6 . qL = 1,2 . 1255,32+ 1,6 . 600 = 2466,384 kg/m Pembebanan pelat bordes tabel 2. PPIUG – 1983 Beban mati qD Berat ubin tebal 1 cm 0,01 x 2x 24 = 0,48kg/m Berat spesi tebal 2 cm 0,02 x 2x 21 = 0,84kg/m Berat sendiri pelat bordes 0,17 x 2x 2400= 816kg/m Berat sandaran tangga = 100,000 kg/m + = 917,32kg/m Beban hidup qL 2 x 300 = 600 kg/m Beban berfaktor qU qU = 1,2 . qD + 1,6 . qL = 1,2 .917,32 + 1,6 . 600 = 2060,784 kg/m Analisa Penulangan Tangga dan Bordes Metode Distribusi Momen Perhitungan analisa struktur tangga menggunakan metode Distribusi Momen. Tumpuan diasumsikan jepit, jepit seperti pada gambar berikut Panjang batang AB = √3,00² + 2,00² = 3,7 m qx1 = q . cos α = 2466,384 . cos 30° = 2135,95 kg/m qy1 = q . sin α = 2466,384 . sin 30° = 1233,19 kg/m Menghitung kekakuan relatife Batang AB 4EI/L kekakuan 4 Batang BC 4EI/2 kekakuan 7,4 Menghitung faktor distribusi DBA = 4/11,4 = 0,3 DAB = 7,4/11,4 = 0,6 Menghitung Momen Primer MFAB = 1/12 x q x l² = 1/12x 2135,95 x 3,7² = 2436,76 kgm MFBA = -1/12 x q x l² = - 1/12x 2135,95 x 3,7² = -2436,76 kgm MFBC = 1/12 x q x l² = 1/12x 2060,784 x 2² = 686,93 kgm MFBA =-1/12 x q x l² = -1/12x 2060,784 x 2² = -686,93 kgm Type rumah dua lantai atau bertingkat biasanya dihubungkan dengan menggunakan model tangga rumah. Konstruksi tangga pada perencanaan bangunan bertingkat ini harus dirancang secara hati-hati dan teliti. Anda perlu mempertimbangkan cara mudah membuat tangga rumah dari beton bertulang dengan sudut kemiringan tangga yang nyaman, efisien serta mudah untuk dilewati. Berikut ini adalah tahapan cara membuat tangga beton bertulang yang wajib Anda ketahui, yakni Pembuatan pondasi tangga Pondasi tangga memiliki fungsi sebagai dasar tumpuan landasan supaya tangga tidak mengalami penurunan maupun pergeseran. Jenis pondasi yang digunakan biasanya berupa pasangan pondasi batu kali, beton bertulang atau juga dapat menggunakan kombinasi kedua bahan tersebut. Bekisting bordes dan badan tangga Baca Juga Desain Rak Kayu Tempel Minimalis Selanjutnya adalah bagaimana cara membuat begesting tangga dengan benar. Sebelum dilakukan, Anda perlu memperhatikan terlebih dahulu elevasi atau ketinggian dari lantai yang berada dibawahnya. Sehingga Anda dapat mengetahui kebutuhan alat apa saja yang dibutuhkan. Apakah akan menggunakan perancah kayu atau dengan scaffolding. Pemasangan tulangan badan dan sengkang badan tangga Tahap selanjutnya adalah memasangkan tulangan badan serta rangka besi bertulang tangga beton. Proses ini hanya dapat terjadi apabila bekisting telah selesai dipasangkan. Pertama-tama Anda perlu memasangkan tulangan utama terlebih dahulu, kemudian setelahnya baru dirangkai menggunakan tulangan sengkang. Beton decking ini dipasang pada bagian bawah tulangan dengan ketebalan ±2 cm. Pemasangan tulangan anak tangga Baca Juga Artikel Cara Mudah Menghitung Material Pondasi Batu Kali Pemasangan ini harus disesuaikan dengan gambar teknis supaya tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan. Tulangan anak tangga beton bertulang nantinya akan dihubungkan dengan tulangan badan tangga dengan cara mengikat dengan kawat. Setelah itu, tulangan dipasang memanjang dengan tujungan untuk memperkuat anak tangga. Tidak lupa nantinya beton decking juga akan dipasang pada sisi yang sama dengan bekisting dengan ketebalan sekitar ±2 cm. Pemasangan bekisting tangga, dinding, bordes serta dinding anak tangga Apabila proses pemasangan tulangan bordes dan badan tangga telah selesai dilakukan, Anda mulai dapat memasangkan dinding tangga pada sisi lain serta dinding bordes pada bagian atas badan tangga. Bekisting dinding tangga nantinya akan dipakukan pada bekisting badan tangga. Tahap pengecoran Baca Juga Artikel Cara Mudah Pekerjaan Bowplank Cek terlebih dahulu apakah bekisting tangga sudah terpasang dengan kuat atau belum. Jika sudah, Anda dapat segera melakukan proses pengecoran tangga. Pengecoran ini harus dilakukan secara menyeluruh pada bagian tangga. Tahap pembongkaran Hasil cor harus didiamkan dulu untuk beberapa saat. Proses pembongkaran dinding badan tangga serta trape bisa mulai dilakukan ketika beton telah mencapai 12 jam. Sedangkan untuk bagian badan tangga serta bordes baru dapat dilakukan apabila telah mencapai 7 hari lebih dan sudah teruji. Pembongkaran balok bordes serupa dengan proses pembongkaran balok biasa. Demikianlah beberapa cara membuat tangga rumah dari beton bertulang yang baik dan benar serta wajib Anda ketahui dan pelajari. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba! 0% found this document useful 0 votes257 views15 pagesOriginal TitlePerhitungan pondasi+TanggaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes257 views15 pagesPerhitungan Pondasi+tanggaOriginal TitlePerhitungan pondasi+TanggaJump to Page You are on page 1of 15 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 13 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

pondasi tangga beton bertulang